Posted in Catatan Motivasi, Lirik lagu, Renungan

Filosofi lagu cicak di dinding 


Orang indonesia pasti sudah tidak asing dengan lagu anak tentang cicak cicak di dinding.  Ya kan. Bila dicermati baik baik ternyata lirik lagunya memiliki arti mendalam loh..  Percaya? Atau mungkin sudah ada yang tahu Filosofi nya.

Coba kita cermati dengan sesama lirik sederhana berikut ya.

Cicak cicak di dinding.

Diam diam merayap.

Datang seekor nyamuk.

Hap,  lalu ditangkap.

Nah.. Bagaimana sudah ketemu maknanya?

Continue reading “Filosofi lagu cicak di dinding “

Posted in Catatan Motivasi, Cerita, Cerpen, Renungan

Kerikil si bungsu


img_20160828_161433_1474777598499.jpg

Di sebuah rimba hiduplah keluarga batu. Bapak batu, ibu batu, beserta tiga anak batu. Si besar bernama cadas, si sedang bernama kali,  dan si kecil bernama kerikil.
Suatu hari bapak batu bertanya kepada anak anaknya, “wahai anak anakku, kalau kalian sudah dewasa, ingin menjadi apakah kalian?”

Si cadas menjawab, “aku ingin jadi prasasti, pak. Menjadi batu abadi yang mencatat sejarah.”

Si bapak tersenyum, “cadas anak bapak yang pintar.”

Continue reading “Kerikil si bungsu”

Posted in Renungan, Sepotong Episode

Seperti Angin


Sesuatu yg pasti adalah ketidakpastian.

Hitam atau putih, hanya abu.
Cerah atau hujan, hanya mendung.
Gaduh atau tenang, hanya dengungan.
Teriak atau diam, hanya bisikan.

Seperti angin, berbisik pelan. Mampir sejenak dan berlalu.

Terimakasih terbaik adalah mendoakan.
Cinta terbaik adalah memaafkan.
Selamat berjuang.
Ya kita harus berjuang.

Posted in Cerita, Renungan, Sepotong Episode

Ngalor ngidul


Ternyata sudah lama juga tempat ini ditinggalkan oleh empunya. Entah kesibukan yang melanda atau memang tak sengaja terlupakan.

Lama juga rasanya tidak mampir untuk menuliskan sesuatu, paling tidak curahan hati yang tidak penting. Yah begitulah kira-kira, kebanyakan tulisan diblog ini “curahan hati”.

Geli juga bila disebut cuharan hati. Curahan hati yang bisa dibaca oleh publik. Jaman sudah berubah, yang dahulu curahan hati lebih sering dituliskan di buku ajaib yang bernama Secret Diary Book. Sekarang sepertinya sudah jarang digunakan, may be. Itu sih aku yah. Mungkin faktor U juga. Baiklah tidak perlu menyebutnya. Continue reading “Ngalor ngidul”